BacaJuga : Pemain Si Manis Jembatan Ancol Mampir ke Kantor News TV, Selengkapnya Hanya di Cross Check!, iNews Saksikan Cross Check ! malam ini (Minggu, 24 April 2022) pukul 21.00 bersama Denny Cagur, Nunung, Dustin Tiffani, Pras Teguh, Mimin Eva, Fina Philipe, dan Selfi Nafilah yang bakal berikan segudang lelucon dan banyolan seru hanya di DiahPermatasari memang masih tampil seksi di usianya kini. Perempuan berumur 40 tahun itu pun kebagian isu mempermak tubuhnya agar terlihat awet muda. Namun, kabar itu langsung dibantah ‘Si Manis Jembatan Ancol’ itu. Menurutnya, keseksiannya di usia kepala empat itu berkat usahanya selalu menjaga kesehatan. Nonosi Anak Rembulan berangkat sendiri berlibur ke Wlingi tempat tinggal Mbah Sastro. Buku ini tidak hanya menyajikan cerita petualangan Nono. Sebelumnya kamu bacalah kembali Cerita Fantasi 1 dengan judul Kekuatan Ekor Biru Nataga pada halaman 45 46 47 dan Cerita 2 berjudul Anak Rembulan Negeri Misteri di Balik Pohon Kenari pada halaman 47 48 Dalambuku “Ketoprak Betawi” terbitan Intisari(2001), budayawan Betawi Ridwan Saidi berbagi cerita tentang asal-usul dari kisah hantu manis ini. Minggu, 31 Juli 2022 Cari Melaluilukisan Husni, Ariah ingin menyampaikan bahwa dia adalah sosok perempuan biasa yang teraniaya, bukan sosok setan yang harus ditakuti oleh masyarakat. Ridwan Saidi pun menilai lukisan Husni paling mendekati citra tentang Ariah alias Si Manis Jembatan Ancol dibandingkan lukisan yang pernah dibikin pelukis lain. A Si Manis Jembatan Ancol B. Sangkuriang C. Si Pitung D. Sunan Kalijaga E. Lutung Kasarung 18. Cerita Si Pitung dari Betawi atau Lutung Kasarung dari Jawa Barat termasuk kedalam jenis legenda . A. keagamaan B. perseorangan C. setempat D. sosial E. alam gaib 19. Penulisan sejarah yang menampilkan peran orang-orang besar adalah termasuk jenis Berikutkisah hantu cantik di Indonesia: 1. Si Manis Jembatan Ancol. Buat Kamu yang anak 90-an pastinya tidak akan merasa asing dengan ‘Si Manis Jembatan Ancol’ karena pernah diangkat ke layar kaca. ‘Si Manis Jembatan Ancol’ ini juga dibintangi beberapa artis ternama pada masanya, seperti Dewi Persik dan Kiki Fatmala. jYDphG. Jembatan dan Le Bridge Cafe Ancol Foto Wikimedia CommonsMendengar kata Ancol, kamu pasti langsung mengasosiasikannya dengan pantai, taman hiburan, serta akuarium terbesar Indonesia. Ya, Ancol memang bisa dibilang sebagai gudangnya wisata bagi masyarakat Jakarta. Apalagi dengan banyaknya acara seru dan promo yang kerap dihadirkan Ancol, kawasan ini senantiasa jadi opsi menarik buat kamu yang ingin sekadar getaway tanpa harus pergi jauh dari kota Jakarta. Namun di tengah popularitas Ancol, tahukah kamu ada sebuah kisah urban legend yang menarik di kawasan jembatannya. Kisah urban legend itu dikenal dengan nama "Si Manis Jembatan Ancol". Ya, kamu yang anak 90-an pastinya tidak akan merasa asing dengan hal tersebut, karena Si Manis Jembatan Ancol bahkan pernah diangkat ke layar kaca, dan dibintangi beberapa artis ternama pada masanya, seperti Dewi Persik dan Kiki Fatmala. Dihimpun dari berbagai sumber, kumparan mendapati bahwa urban legend tersebut berasal dari kejadian nyata. kumparan menemukan bahwa ada dua kisah yang berbeda tentang Si Manis Jembatan Ancol. Walaupun tidak diketahui secara pasti mana kisah yang benar dan paling sesuai, namun keduanya punya kesamaan akhir cerita yang tahu lebih lengkapnya? Berikut ulasannya. Pada awal abad 18 ketika Jakarta masih dikenal dengan nama Batavia, seorang perempuan muda berusia 16 tahun bernama Maryam ditemukan terbunuh di kawasan Ancol. Maryam dikenal sebagai gadis muda yang cantik dan molek. Ia bekerja di rumah pedagang tua yang kaya raya yang telah beristri. Kecantikan dan kemolekan Maryam rupanya menarik perhatian majikannya, hingga suatu hari, Maryam dilamar dan diajak untuk menikah sehingga kelak dapat menjadi selir sang majikan. Permintaan sang majikan ditolak oleh Maryam. Wanita ini pun kabur dari rumah, berusaha menjauh dari sang majikan. Sayang, rencana Maryam untuk melarikan diri rupanya tak berhasil. Gadis cantik ini diperkosa secara bergilir dan kemudian dibunuh oleh para preman yang disuruh oleh majikannya. Padahal kala itu, sang majikan hanya menyuruh anak buahnya untuk mengejar dan menangkap Maryam yang lari dari rumah sang majikan karena tak ingin dinikahi. Para preman yang takut ketahuan belangnya itu kemudian memilih untuk melemparkan jasad Maryam ke area persawahan, tak jauh dari tempat ia terbunuh, yakni di kawasan Ancol yang kini menjadi jembatan. Ilustrasi Si Manis Jembatan Ancol. Foto Maulana Saputra/kumparanDihimpun dari berbagai sumber, kisah kedua yang tak kalah tragis dari "Si Manis Jembatan Ancol" didapatkan Budayawan Betawi Ridwan Saidi dari saksi hidup yang pernah ia temui ketika melakukan investigasi pada 1955-1960. Menurut kisah tersebut, pada awal abad ke-19, sekitar tahun 1817, hiduplah seorang gadis yatim yang hidup bersama ibunya, Mak Emper. Mak Emper dan anaknya, Siti Ariah tinggal di suatu paviliun milik seorang juragan kaya. Ketika Siti Ariah menyentuh usia 16 tahun, sang juragan pemilik rumah rupanya jatuh hati padanya. Ia berniat menikahi Siti Ariah dan menjadikannya sebagai selir. Ariah yang menolak permintaan sang majikan kemudian melarikan diri. Seperti kata pepatah, "Keluar dari Lubang Singa Masuk ke Lubang Buaya," begitulah nasib yang menimpa Siti Ariah. Bukannya mendapat pencerahan, Siti Ariah malah bertemu Oei Tambah Sia, pedagang tembakau keturunan Tionghoa di Batavia yang berasal dari Pekalongan. Ia dikenal sebagai pria playboy pada masanya dan sangat suka main perempuan. Melihat paras Siti Ariah, Oei lantas tergoda dan ingin menjadikannya sebagai 'koleksinya'. Siti Ariah kembali kabur untuk menyelamatkan dirinya. Naas, dua preman suruhan Oei Tambah Sia rupanya lebih cepat dibandingkan gerak gadis muda itu. Siti Ariah menemui ajal di Bendungan Dempet dekat Danau Sunter di tangan dibuang sekitar 400 meter dari Jembatan Ancol. Berbeda dengan kisah sebelumnya, Siti Ariah meninggal karena membela harga dirinya. Ia meninggal tanpa diperkosa oleh para pembunuhnya. Kabarnya, hantu wanita yang biasa ditemui di kawasan inilah yang kemudian populer dikenal sebagai Si Manis Jembatan Ancol. Konon, Si Manis Jembatan Ancol menjadi arwah yang gentayangan karena ingin memberitahukan keberadaannya pada sang ibu. Sementara Oey Tambah Sia akhirnya meninggal dengan cara digantung oleh Belanda di Taman Fatahillah, Jakarta Utara. Ia dihukum gantung karena ketahuan memiliki banyak kasus pembunuhan, salah satunya adalah membunuh ipar kandungnya sendiri yang bernama Sutejo. Oei membunuh Sutejo karena cemburu melihat kedekatan Sutejo dengan sang istri, Mas Ajeng look film 'Si Manis Jembatan Ancol'. Foto Instagram/anggy_umbaraKebingungan antara dua kisah ini kemudian membawa kumparan untuk mencari tahu lewat salah seorang pria yang memiliki 'kemampuan lebih'. Pria yang enggan disebutkan namanya itu tak menampik bahwa memang ada sosok wanita yang 'bermukim' di Jembatan Ancol. Hanya saja, menurut pria yang akrab disapa Brii itu, ia tak mengetahui nama sosok astral itu. Hanya saja, memang awal tahun 2018 lalu, ia pernah menyambangi lokasi tersebut untuk berkomunikasi dengan para penunggu Jembatan Ancol untuk kebutuhan tidak tahu dengan pasti kisah sosok wanita tersebut, Brii masih mampu mengingat beberapa hal tentang komunikasi mereka setahun silam. "Memang ada, perempuan juga. Mereka kan juga cari tempat untuk bermukim ya, seperti manusia pada umumnya. Memang kalau bisa dibilang meninggalnya enggak wajar. Lebih ke dibuang kayaknya, tapi pembunuhannya bukan di situ. Sayangnya waktu itu beliau enggak menyebut nama, sih," kata pria tersebut saat dihubungi kumparan, Rabu 30/10.Brii juga menambahkan bahwa sosok tersebut tak terlihat seperti anak remaja atau ABG, melainkan wanita berusia 30-an menjelang 40. Pakaian yang dikenakannya pun tak semerah yang biasa kamu lihat di sinetron "Si Manis Jembatan Ancol". Dalam tiga kali pertemuan, sosok itu mengenakan pakaian dengan warna yang berbeda. "Bajunya pun tiga kali pertemuan itu ganti-ganti, kadang-kadang merah, kadang hitam. Enggak, merahnya lebih gelap dibanding yg ada di sinteron. Bajunya terusan, tapi bentuknya enggak sampai ke bawah, di bawah lutut, mungkin sekitar sampai betis," jelas Brii lagi. Soal alasan mengapa sosok wanita itu masih gentayangan, Brii meyakini bahwa mereka biasanya masih memiliki urusan yang belum terselesaikan."Kalau saya kan percaya kalau ada yg seperti itu berarti ada urusan yang belum selesai. Kalau yang saya tangkap, sih, kayaknya masih belum terima dengan cara meninggalnya," pungkas Brii lagi. Walau diliputi kisah menyedihkan yang berkembang menjadi urban legend, Ancol yang dulu bukanlah yang sekarang. Kawasan seluas 522 hektare yang dulunya dibiarkan terlantar dan jadi sarang penyakit tersebut kini telah berubah menjadi kawasan rekreasi terpadu sesuai dengan gagasan Presiden tergantung kamu, mana kisah yang paling relevan menurutmu? JAKARTA, - Si Manis Jembatan Ancol adalah salah satu cerita masyarakat paling terkenal, khususnya bagi masyarakat Jakarta. Selain menjadi buah bibir di kalangan masyarakat, cerita Si Manis Jembatan Ancol juga pernah dijadikan sebuah film. Seperti apa asal mula kisah Si Manis Jembatan Ancol? Apakah benar Si Manis Jembatan Ancol merujuk pada seorang perempuan bernama Mariam?Baca juga Ini Jadwal Imsakiyah, Buka Puasa, dan Waktu Shalat Ramadhan 2021 di DKI Jakarta Catatan Harian Kompas menyebut Si Manis Jembatan Ancol merupakan legenda yang sudah hidup sejak abad ke-19, tepatnya pada masa penjajahan Belanda di DKI Jakarta yang dulunya bernama Batavia. "Sejak zaman Belanda dulu di jalan raya Ancol itu sering terjadi kecelakaan yang memakan korban. Maka, di dekat situ dibangun pos polisi, juga sebuah kelenteng mini di selatan jalan," tutur Ridwan Saidi 65, tokoh Betawi yang melakukan penelitian tentang legenda Ariah dari saksi-saksi hidup pada tahun 1955-1960. Si Manis Jembatan Ancol menceritakan kisah tragis seorang perempuan bernama Ariah atau Arie, yang kemudian dikenal sebagai Mariam. Menurut legenda yang beredar di kalangan masyarakat, Mariam sering menampakkan dirinya sebagai sosok perempuan muda berambut panjang di dekat Jembatan Ancol, Jakarta Utara. Penampakan sosok Mariam pun sering dikaitkan dengan kecelakaan lalu lintas hingga menyebabkan korban jiwa di jalan raya menuju Tanjung Priok. Ariah adalah seorang anak gadis Mak Emper yang tinggal di emper paviliun rumah seorang juragan kaya di Kampung Sawah Paseban. Dalam catatan Ridwan Saidi, kisah tentang Ariah itu terjadi pada 1817. Baca juga Anies Beri Aturan Baru Jam Operasional Selama Ramadhan, Restoran Tutup pada WIB, Buka Lagi Saat Sahur Ketika usianya menginjak 16 tahun, sang pemilik rumah menaruh hati pada Ariah dan memiliki keinginan untuk memperistrinya. Namun, Ariak menolaknya karena dia tidak ingin dijadikan selir dan kakaknya belum menikah. Untuk menghindari pernikahan tersebut, Ariah pun minggat dan lari dari rumahnya. Dalam pelariannya, Ariah bertemu dengan Oey Tambahsia, seorang juragan kaya raya di Batavia saat itu yang memiliki vila di kawasan Bintang Mas saat ini bernama Ancol. Saat itu, Oey dikenal sebagai "maniak" yang suka mengoleksi perempuan muda. Ketika melihat Ariah, dia pun tertarik untuk memiliknya. Oey pun menyuruh dua centengnya, Pi'un dan Surya, untuk memburu juga Unggah Foto Bersama Keluarga, Anies Kita Akan Terus Prioritaskan Ibadah di Rumah Perempuan muda itu pun berhasil ditangkap oleh dua centeng Oey di Bendungan Dempet dekat Danau Sunter. Namun, Ariah tak tinggal diam. Dia berusaha melawan Pi'un dan Surya hingga menyebabkan dirinya tewas di tangan kedua centeng Oey tersebut. Jenazah Ariah kemudian ditinggalkan di are apersawahan, sekitar 400 meter dari Jembatan Ancol. Sejak itulah masyarakat yang lewat di daerah itu, tempat pembuangan jenazah Ariah, mengaku kerap melihat penampakan sosok gadis cantik berambut panjang. Penampakan sosok tersebut sering dikatikan dengan kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, kendaraan yang lewat di daerah itu wajib membunyikan klakson dua kali bila ingin selamat. "Dengan membunyikan klakson, maksudnya permisi. Begitu pun kalau memancing di daerah rawa di situ, juga mesti permisi. Kalau tidak, bisa hilang sampai tiga hari," ungkap Ridwan Saidi. Baca juga Jadwal Imsak Wilayah Jakarta Hari Ini, 13 April 2021 Sementara itu menurut kesaksian H Mohammad Husni 64, warga Kebon Jeruk, Jakarta, yang melukis sosok Ariah pada 2003, dia menyebut Ariah sebagai sosok perempuan sederhana. Sosok tentang Ariah itu didapatkannya dari sebuah wangsit. "Ariah itu seorang gadis biasa. Kalau disebut cantik, itu relatif. Kulitnya sawo matang, tingginya sekitar 160 cm. Rambutnya panjang, bajunya kebaya hitam berbintik-bintik biru. Matanya sedikit juling." Melalui lukisan Husni, Ariah ingin menyampaikan bahwa dia adalah sosok perempuan biasa yang teraniaya, bukan sosok setan yang harus ditakuti oleh masyarakat. Ridwan Saidi pun menilai lukisan Husni paling mendekati citra tentang Ariah alias Si Manis Jembatan Ancol dibandingkan lukisan yang pernah dibikin pelukis lain. Baca juga Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Depok pada 13 April 2021 Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Kisah "Si Manis Jembatan Ancol" kembali mengudara, dengan peran utama dibawakan oleh Dewi Perssik. Dulu, ketika sinetronnya dibawakan Kiki Fatmala dan Diah Permatasari, kisah Si Manis pun sangat demikian, masih banyak hal yang membuat penonton penasaran dengan kisah sesungguhnya. Ini 5 fakta mistis tentang "Si Manis Jembatan Ancol", yang saya rangkum dari berbagai sumber1. Nama sebenarnya bukan Mariam, tapi kisah, di akhir abad ke-18, ada seorang perempuan tua bernama Mak Emper, yang punya seorang anak perempuan, Siti Ariah. Keduanya tinggal di paviliun Belanda, karena mengabdi pada seorang juragan kaya. Saat berusia 16 tahun, juragan ingin menikahi Ariah, tapi anak perempuan berusia 16 tahun itu menolak. Ia tidak mau dijadikan selir. Ia pun kabur. Malang, saat kabur, Ariah bertemu Oey Tambahsia, seorang yang terkenal kaya raya di Batavia. Lelaki ini dikenal gemar perempuan muda. Ariah tak mau dipinang dan melarikan diri lagi. Tambahsia pun memerintahkan para centengnya untuk menemukan Ariah. Keduanya memang menemukan Ariah, tapi gadis itu mati di tangan mereka di Bendungan Dempet, dekat Danau Sunter. Sejak saat itu, kawasan ini dikenal awal kisah hantu yang terkenal itu, yang mana sebelumnya, namanya dikenal dengan "Mariam". Menurut legenda, nama asli "Si Manis Jembatan Ancol" adalah Terjadi pada 1817Menurut tokoh Betawi, Ridwan Saidi, jenazah Ariah ditemukan sekitar 400 meter dari Jembatan Ancol, tepatnya di areal persawahan. Ridwan sendiri mendapatkan kisah ini berdasarkan hasil wawancaranya pada para saksi yang hidup pada dari kisah tersebut, sering terjadi penampakan gadis manis yang dipercaya sebagai hantu dari Siti Ariah yang menuntut balas dendam. Namun seorang H Mohammad Husni, warga Kebon Jeruk, Jakarta, yang melukis sosok Ariah pada 2003 setelah merasa mendapatkan wangsit mengatakan, ”Ariah itu seorang gadis biasa. Kalau disebut cantik, itu Berkulit sawo matangMasih berdasarkan kisah para saksi, Ariah merupakan seorang gadis biasa, berkulit sawo matang, dan tingginya sekitar 160 cm. Ketika ditemukan, ia berkebaya hitam bintik-bintik Kisahnya terkenal di Asia Tenggara Kisah tentang "Si Manis Jembatan Ancol" sangat terkenal di Asia Tenggara, bahkan kawasan Ancol disebut-sebut menjadi salah satu lokasi paling horor di Asia tenggara. Kisah hantu dari Ancol ini bersanding dengan kisah horor dari Filipina, Jepang, dan Korea Ada kamar hotel khusus buatnyaSeperti halnya Nyi Roro Kidul di Hotel Inna Samudera, Pelabuhan Ratu, "Si Manis Jembatan Ancol" juga memiliki kamarnya sendiri, yaitu di sebuah hotel di kawasan yang sama. Di sini, ia sering menampakkan diri dan manajemen hotel yang bersangkutan 'memberikan' kamar khusus Helena Ananda, karyawati. Orang Indonesia mana sih yang nggak pernah denger cerita mistis tentang Si Manis Jembatan Ancol? Pasalnya bukan hanya di Indonesia, kisah mistis Si Manis Jembatan Ancol juga terkenal sampai Asia Tenggara lho. Seperti yang kita tahu, Si Manis Jembatan Ancol merupakan misteri yang paling menyeramkan berasal dari Jakarta. Tapi sebenarnya Ancol merupakan salah satu tempat rekreasi yang bisa kamu nikmati di tengah hiruk pikuk Jakarta. Selain itu, tempat ini juga sering jadi pilihan bagi anak muda untuk hang-out bersama teman atau kekasih. Namun, kisah tentang Si Manis Jembatan Ancol yang dipercaya sebagai salah satu makhluk halus penunggu di kawasan ini sangat terkenal hingga ke penjuru Indonesia. Kisah menyeramkan sekaligus tragis ini sudah tersebar sejak dahulu kala hingga kini menjadi legenda. Bahkan hingga kini misteri Jembatan Ancol ini masih sangat menarik untuk diperbincangkan. Meskipun beberapa tahun terakhir sudah tidak pernah ada laporan mengenai penampakan hantu si manis, tapi tetap saja Jembatan Ancol dianggap sebagai salah satu tempat angker di Jakarta. Bahkan aura mistis masih terasa jika kamu datang ke kawasan Jembatan Ancol pada tengah malam. Karena terkenal akan keangkerannya, bahkan legenda mistis satu ini telah diangkat ke layar lebar sebanyak 2 kali. Film pertama beredar pada tahu 1973. Film bergenre horor legenda ini diperankan Lenny Marlina, Farouk Afero, dan Mansjur Sjah. Film garapan Turino Djunaidy ini kemudian dibuat kembali pada tahun 1993 oleh sutradara Atok Suharto dan diperankan Diah Pematasari dan Ozy Syahputra. Kisah legenda ini juga pernah dijadikan serial televisi dengan judul yang sama, saat itu kisahnya ditayangkan RCTI. Dan penggemar film horror boleh berbahagia karena kisa horor Si Manis Jembatan Ancol juga akan segera tayang di bioskop-bioskop kesayangan kalian dan rencananya akan dirilis akhir tahun 2019 ini. Ya, kisah legenda ini kembali dihidupkan oleh MVP Pictures ID yang memilih Anggy Umbara sebagai sutradara untuk film Si Manis Jembatan Ancol versi 2019 ini. Si Manis Jembatan Ancol boleh jadi merupakan legenda horror yang terkenal dan populer hingga beberapa kali diangkat menjadi sebuah film, tapi apakah kalian tahu bagaimana awal mula “Si Manis” bisa menjadi sosok penunggu di Jembatan Ancol? Selain itu apakah kamu mengetahui rahasia-rahasia yang tersimpan dibalik cerita horror satu ini? Nah, untuk itu, berikut asal usul hingga berbagai kisah nyata tentang penampakan Si Manis Jembatan Ancol yang pernah dialami oleh warga. Dikutip dari berbagai sumber, berikut ulasannya! photo via Dari film maupun sinetron Si Manis Jembatan Ancol yang telah ditayangkan, kebanyakan menyuguhkan komedi horor yang membuat penonton tertawa. Tapi jika kamu mengetahui asal-usul tentang salah satu cerita legenda masyarakat Betawi ini, dijamin deh kamu akan merinding ketakutan. Dari cerita yang beredar, terdapat dua versi seputar cerita Si Manis Jembatan Ancol ini. Versi Pertama Cerita pertama dari kisa Si Manis Jembatan Ancol ini mengisahkan tentang seorang gadis bernama Maryam Siti Ariah yang tewas disekitar jembatan Ancol. Ia tewas karena diperkosa secara bergilir oleh beberapa orang pria. Saat menyadari bahwa Maryam sudah tak lagi bernyawa, para pemerkosa tersebut berinisiatif membuang jasadnya di Jembatan Ancol. Karena Maryam meninggal dengan cara yang tidak wajar, maka arwahnyapun dipercaya masih bergentayangan di sekitar jembatan tersebut dan sering mengganggu orang sekitar. Versi Kedua Misteri jembatan Ancol versi dua ini berbeda dari cerita pertama, berlatar pada abad ke-19 ketika Belanda masih menududuki wilayah Jakarta, atau dulu dikenal dengan sebuatan Batavia. Saat itu, ada seorang gadis muda yang sangat cantik tinggal di sebuah paviliun milik orang kaya. Gadis tersebut bernama Maryam. Ia tingga di paviliun tersebut bersama ibu dan kakaknya. Karena kecantikannya itu, banyak pria yang tergila-gila kepada Maryam, tak terkecuali dengan pemilik Paviliun tempat Maryam tinggal. Namun Maryam dengan tegas menolak ajakan nikah dari pemilik paviliun tersebut karena tahu ia hanya akan dijadikan selir. Singkatnya, Maryam kabur untuk menghindari paksaan juragan kaya pemilik paviliun tempat tinggalnya tersebut untuk menikah. Pelarian Maryam menuntunnya ke kawasan Ancol. Di sana ia bertemu dengan Oey Tambahsia, seorang yang populer dan pemilik villa di kawasan Bintang Mas Ancol. Oey yang tertarik akan kecantikan Maryam, lalu memerintahkan centeng-centengnya menangkap Maryam untuk dijadikan wanita simpanan. Ketika akan ditangkap oleh para centeng, Maryam memberikan perlawanan sengit. Sampai akhirnya, di Bendungan Dempet dekat Danau Sunter yang saat itu populer, menjadi saksi kematian Maryam di tangan dua centeng Oey Tambahasia. Mayat Maryam lalu dibuang di persawahan, sekitar 400 meter dari Jembatan Ancol. Berangkat dari kisah tersebut, di sekitar Sunter dan Ancol sering terjadi penampakan gadis manis yang dipercaya sebagai hantu dari Maryam yang gentayangan. Beberapa kisah nyata penampakan “Si Manis” Di Kawasan Ancol Terdapat beberapa kesaksian atau cerita orang-orang tentang Si Manis Jembatan Ancol yang bikin bulu kuduk merinding. Bukan hanya sekali hantu si manis menampakkan diri di hadapan manusia. Sosok hantu ini pernah menampakkan diri dari tahun 1960 hingga tahun 2000an. Berikut adalah sejumlah misteri Jembatan Ancol seputar penampakan hantu si manis! Check it out guys! 1. Si Manis yang menumpang perahu photo via Kesaksian pertama kali dari warga sekitar yang mengaku melihat penampakan Si Manis, muncul dari tahun 1960. Di tahun itu daerah Ancol masih didominasi oleh empang tambak. Menurut kesaksian seorang warga, yang merupakan seorang pendayung perahu. Malam itu dirinya hendak pulang kerumahnya. Namun ditengah perjalanan tiba-tiba ada seorang gadis cantik yang datang padanya untuk minta diantarkan dengan perahu. Setelah berkeliling di seputar empang, gadis itu turun dan membayar sejumlah uang kepada si pendayung. Namun setelah gadis tersebut pergi, uang yang tadi dibayarkan oleh sigadis berubah menjadi beberapa lembar daun. Pendayung perahu tersebut mempercayai kalau sosok gadis yang menumpang perahunya adalah Si Manis yang bergentayangan. 2. Si Manis yang ingin dilukis photo via Selain penampakan Si Manis yang menumpang perahu, ada lagi kisah nyata penampakan si Manis yang bisa dibilang paling terkenal yang muncul pada tahun 1985. Kali ini datang dari seorang pelukis di daerah Ancol bernama Mbah Broto. Suatu malam di tengah hujan rintik-rintik, Mbah Broto didatangi oleh seorang wanita cantik di kios lukisnya. Wanita tersebut meminta Mbah Broto untuk melukis dirinya. Ketika lukisan tersebut baru setengah jadi, Mbah Broto izin untuk pergi ke toilet. Namun saat kembali, Mbah Broto kaget karena wanita yang sedang ia lukis menghilang. Si Mbah pun bertanya kepada teman-temannya yang juga membuka kios di dekat kiosnya. Mereka menjawab jika wanita misterius tersebut pergi ke suatu arah. Mbah Broto kemudian mengejar wanita tersebut hingga akhirnya bisa melihat punggungnya. Tapi alahngkah terkejutnya Mbah Broto karena tiba-tiba melihat wanita tersebut berjalan melayang seperti hantu. Mbah Broto dan teman-temannya kemudian meyakini jika wanita tersebut adalah si Manis Jembatan Ancol. 3. Penampakan Si Manis di dekat kios rokok photo via Di tahun 1990, hantu Si Manis Jembatan Ancol juga kembali menampakkan diri. Kali ini korbannya adalah Anshori, seorang penjual rokok di kios kecil dekat pintu keluar Ancol tepatnya di samping jembatan goyang yang kini dikenal sebagai jembatan Ancol. Menurut pengakuannya, malam dimana saat dia melihat penampakan si Manis adalah malam Jumat dimana cuaca sedang agak gerimis. Saat itu ia sedang menunggui kios rokoknya. Sekitar pukul 1 pagi, lewat seorang perempuan. Ketika sudah agak jauh, perempuan itu berbalik arah menghampiri kios Anshori sembari tersenyum. Anshori menyapa perempuan yang dikiranya calon pembeli dagangannya itu. Jarak Anshori dengan perempuan itu kira-kira 50 cm. Menurut Anshori, perempuan itu berwajah manis, serta memakai kemeja kuning dan rok abu-abu. Setelah ditanya hendak belanja apa, perempuan itu menghilang. Meski tidak memakai pakaian serba putih, Anshori yakin perempuan itu adalah Si Manis Jembatan Ancol. 4. Si Manis yang menumpang ojek photo via Jangan heran kalau di film-film horor kita sering menemukan adegan seorang ojek yang diboncengi oleh hantu, sebab kenyataannya memang pernah terjadi. Seperti yang dialami oleh seorang tukang ojek bernama Yoto. Yoto mengaku pernah membonceng penumpang misterius yang dipercaya sebagai hantu si manis. Saat itu, Yoto sedang mangkal pada pukul 5 pagi, kemudian ada seorang wanita cantik yang mendekatinya dan minta diantar ke dekat Jembatan Ancol. Yoto pun langsung mengiyakan dan mempersilakan wanita itu naik ke motornya. Di sepanjang jalan, Yoto berusaha mengajak ngobrol penumpangnya untuk mencairkan suasana. Namun, si penumpang hanya diam saja. Ketika tiba di kawasan Ancol, Yoto mempersilakan wanita itu turun dan betapa kaget ia ketika melihat di boncengannya sudah tidak ada siapa-siapa. Alhasil, Yoto langsung secepat kilat meninggalkan kawasan Ancol karena takut. 5. Pengendara motor yang ketetasan darah Si Manis photo via Ditahun 2016 lalu, cerita kemunculan Si Manis juga ramai di perbincangkan. Salah satu pengendara, Sutiono mengaku pernah hampir jatuh dari motor lantaran tangannya ketetesan darah saat melintas jembatan Item. Jembatan Item sendiri terdapat di sebelah kanan jalan RE Martadinata. Jembatan Item itu menghubungkan Jalan RE Martadinata dan pintu masuk Ancol serta fly over yang mengarah ke Kemayoran dan berada di bawah tol Ancol. Saat itu waktu menunjukkan pukul WIB. Dan saat itu pula dia merasa tengah dikerjai oleh hantu Si Manis. Sutioni mengaku waktu itu ia tengah dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Muara Baru dari Palmerah. Namun saat melewati jembatan item, tiba-tiba tangan kanannya basah. Karena penasaran diapun berhenti dan memperhatikan tangannya. Dan ketika dilihat ia kaget karena basah tersebut berasal dari cairan yang berwarna merah darah. Saat itu dirinya sempat berpikir kejatuhan kotoran burung atau ada orang buang sampai dari atas tol. Tapi warna merah dan bau amis di tangannya membuat dirinya ketakutan. Pasalnya ia juga mendengar banyak cerita bahwa selain di jembatan Goyang, Si Manis juga sering menampakkan diri di jembatan item. Sejak itupula dirinya percaya cerita soal Si Manis Jembatan Ancol. Sampai kini, setiap melintas dia mengaku tak pernah luput untuk membunyikan klakson dan membaca ayat suci Alquran. 6. Kamar khusus untuk sosok Si Manis Jembatan Ancol Dikutip dari Hotel Horison Ancol, yang terletak di kawasan Ancol, juga tak lepas dari cerita mistis seputas Si Manis Maryam. Di hotel ini sering terlihat wanita cantik yang melintas di depan mata tapi saat diperjelas wanita tersebut hilang entah kemana. Konon wanita tersebut tak lain adalah sang tokoh legendaris “Si Manis Jembatan Ancol”. Kemudian muncul kabar bahwa manajemen hotel ini membuat kamar khusus untuk hantu tersebut. 7. Penyebab kecelakaan misterius photo via Isu tentang angkernya jembatan Ancol juga sering dikaitkan dengan kecelakaan lalu lintas di sekitar kawasan jembatan ini yang telah banyak merenggut korban jiwa. Dikutip dari tahun 1950-an adalah salah satu bukti kecelakaan yang paling banyak memakan korban jiwa. Berdasarkan kesaksian para korban yang selamat, kecelakaan itu berawal dari sosok wanita yang muncul di kawasan jembatan Ancol. Hantu wanita ini sering muncul secara tiba-tiba dan menyeberang jalanan, sehingga membuat para pengendara ini tidak fokus. 8. Jembatan Ancol menjadi tempat pembuangan anak jin photo via Dulu kawasan era penjajahan Belanda ini adalah sebuah lahan luas berupa rawa-rawa dan semak belukar nan gelap. Jadi nggak heran jika saat itu tak ada warga setempat yang berani keluar malam. Mitosnya banyak warga yang menganggap kawasan ini sebagai tempat pembuangan anak jin dan makhluk halus lainnya karena sering terdengar suara aneh di kawasan ini. Nah itulah seputar cerita mistis mengenai Si Manis Jembatan Ancol dan keangkeran Jembatan Ancol. Meski kini Kawasan Ancol menjadi salah satu destinasi wisata pilihan bagi para warga Jakarta yang ingin melepaskan penat atau menghabiskan waktu akhir pekan bersama keluarga. Tapi sampai saat ini, Jembatan Ancol masih dianggap angker oleh masyakarat sekitar. Bahkan, ada aturan tidak tertulis yang mengharuskan kita untuk membunyikan klakson saat lewat Jembatan Ancol untuk menghormati arwah si manis yang dipercaya masih berada di sana. Wah, bagaimana menurut kalian guys? ï»żJAKARTA - Ini cerita Agus Dermawan T tentang Mbah Broto, si pelukis Pasar Seni Ancol. Ketika itu, pada 4 September 1985, Mbah Broto mengaku didatangi Maryam, hantu yang lebih seabad menghuni Jembatan Ancol, Jakarta yang memintanya dilukis. Seperti ditulis dalam buku Riwayat yang Terlewat 111 Cerita Ajaib Dunia Seni yang diterbitkan Intisari, di sebuah tengah malam, konon, seorang perempuan cantik berambut panjang datang ke kios Mbah Broto yang meminta dirinya dilukis oleh si Mbah. Setelah pola lukisan itu jadi, Mbah Broto pamit ke kamar kecil namun ketika balik dari kamar kecil, perempuan itu sudah tak ada di tempatnya. Mbah Broto terkejut dan bertanya kepada pelukis Nashar, yang kebetulan berkunjung ke arena seni itu. Nashar bilang, memang ada perempuan yang berjalan sendirian, sambil tangannya menunjuk arah perginya perempuan itu. Mbah Broto berusaha mengejar, namun yang tampak hanya tubuh perempuan yang berjalan seperti melayang di kejauhan. Esoknya, Mbah Broto menceritakan peristiwa ganjil itu dan ketika itu koran-koran pun ramai menulis. Beberapa menyebut ini adalah trik Mbah Broto mengait popularitas tapi Mbah Broto berani bersumpah bahwa kejadian itu benar-benar dialaminya. Nashar, yang dikenal jujur, mengatakan ia adalah saksi utama. Tak lama kemudian, lukisan “Maryam Jembatan Ancol” berhasil diselesaikan oleh Mbah Broto. Selama bertahun-tahun, lukisan itu menjadi ikon Pasar Seni Ancol. Terlepas itu, beberapa rekannya memang menduga bahwa Mbah Broto termasuk jenis yang bisa melihat jejak orang-orang moksa, atau hantu. Menurut Mbah Broto, kedatangan Maryan malam itu untuk pamit selamanya. Artinya, setelah dilukis oleh Mbah Broto, hantu ikon Jembatan Ancol itu tak akan muncul lagi di dunia fana. Yang lebih aneh lagi, Mbah Broto juga disebut-sebut pernah moksa. Pada 1990-an awal, ia tiba-tiba menghilang dan dikabarkan mati. Tapi, beberapa tahun kemudian ia muncul lagi Pasar Seni Ancol, lalu pergi dan tak pernah muncul lagi. Bahkan, anaknya yang juga seorang pelukis di Pasar Seni Ancol terus mencarinya hingga sekarang. Intisari/Moh. Habib Asyhad

lukisan si manis jembatan ancol